INSTITUT TEKNOLOGI SAINS DAN KESEHATAN PKU MUHAMMADIYAH SURAKARTA

Akhlaq dalam Bermedia Sosial

by admin Comments: 0

Akhlaq dalam Bermedia Sosial

Oleh : Suyanto, S.Ag.,M. PdI

Percepatan  teknologi informasi semakin berkembang pesat di era modern ini, tak dapat dipungkiri bahwa teknologi merupakan aspek penting bagi kehidupan. Kemajuan teknologi dapat memudahkan pekerjaan-pekerjan manusia yang semula serba manual dan beralih kedigital. Tentunya perkembangan teknologi tidak hanya membawa dampak positif saja namun juga banyak membawa dampak negatif, namun masih banyak masyarakat yang belum mengerti akan sikap yang harus di ambil dalam menghadapi tantangan di era globalisasi. Terutama dalam menghadapi era digital seperti saat ini banyak kejahatan-kejahatan yang dilakukan.

Era digital ini sudah menjadi fenomena  semua kalangan sudah menggunakan fasiilitas smartphone, bisa dikatakan telah menjadi candu, penggunanya akan selalu ketagihan. Smartphone sudah menjadi pemandangan umum dari kota sudah merambah ke pelosok desa. Gencarnya arus informasi di era digital diperlukan kesadaran dan kearifan dalam mengolah informasi. Setiap detik informasi baru diterima dan sering tidak punya waktu untuk mengolah dan mencernanya. Akhlak dalam bermedia sosial sangat penting bagi khususnya para mahasiswa dan umumnya umat Islam. Ada beberapa adab yang dapat diterapkan ketika menggunakan media sosial, diantaranya adalah :

Pertama, Muraqabah  yaitu Kesadaran seorang muslim bahwa dia selalu berada dalam pengawasan Allah Swt. Allah SWT berfirman dalam al-qur’an surat  al-Hadid:  ayat 4

وَهُوَ مَعَكُمْ أَيْنَ مَا كُنْتُمْ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

 

Artinya “Dan Dia adalah besertamu di mana saja engkau semua berada.”  

 

Dan Allah SWT berfirman dalam al-qur’an surat  ali-lmran ayat 5

إِنَّ اللَّهَ لَا يَخْفَىٰ عَلَيْهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ

Artinya “Sesungguhnya bagi Allah tidak ada sesuatu yang tersembunyi baik di bumi ataupun di langit.”

 

Bentuk muraqabah dalam bermedsos adalah sikap kehati-hatian, tidak reaksioner ketika membaca berita, cek kebenarannya, sumbernya sehingga tidak segera mengambil keputusan yang istilah jawanya  “grusa-grusu”, kemudian juga tidak sembarangan menerima share sesuatu yang tidak jelas sumber kebenarannya. Sikap  kehati-hatian dalam bermedsos juga akan mendorong kejujuran, karena kesadaran apapun yang dikerjakan selalu diawasi dan dicatat. Dalam hal muraqabah hanya dimiliki oleh orang beriman kepada Alloh SWT, karena pengawasan ini sifatnya ghaib maka landasannya adalah iman, bagi mereka yang tidak beriman takutnya hanya pada yang nyata saja.

Kedua, bertanggung jawab, menurut kamus Bahasa Indonesia bertanggung jawab adalah berkewajiban menanggung, memikul jawab, mananggung segala sesuatunya, atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya.  Maka dapat dimaknai bahwa tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatan yang disengaja maupun yang tidak di sengaja.

Tanggung jawab merupaka ciri orang beragama, dalam alqur’an surat al-Mudatstsir ayat 38 Alloh SWT berfrman :

 

كُلُّ نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ رَهِينَةٌ

 

Artinya : “tiap-tiap diri (individu) bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya”.

Perwujudan sikap bertanggung jawab ketika bermedia sosial adalah merasa bertanggung jawab karena menyadari akibat baik atau buruk perbuatannya itu. Ketika akan memulai dengan membaca Basmallah dan menyadari sepenuhnya dalam hal apapun akan dimintai pertanggungjawaban baik dihadapan Alloh SWT maupun manusia. jika kesadaran ini hadir maka akan muncul sikap hati-hati dan teliti sebelum mengirim pesan atau mengirim materi-materi melalui media sosial. Disisi lain sikap bertanggung jawab ketika bermedsos juga merupakan kesadaran bahwa posisi manusia bukan hanya sebagai makhluk individu tetapi juga sosial, maka pada dimensi sosial akan muncuk kesadaran berkaitan dengan hak-hak orang lain tentang kebenaran, ketenteraman sehingga dalam menggunakan medsos akan berpijak pada kebahagiaan orang lain.

Tanggung jawab sangat erat kaitannnya dengan kewajiban. Kewajiban merupakan sesuatu yang dibebankan terhadap seseorang. Kewjaiban merupakan bandingan terhadap hak. Misalnya sebagai mahasiswa maka kewajibannya belajar, dengan begitu maka telah memenuhi kewajiban sebagai mahasiswa dan berarti telah bertanggung jawab dan hak orang tua adalah memperoleh informasi berkaitan hasil ujian anaknya dengan hasil belajar yang baik.

Ketiga,  azas manfaat, kemajuan teknologi merupakan keniscayaan dan merupakan sesuatu imbas dari kemajuan dan perkembangan zaman, oleh karena dengan teknologi maka harus dimanfaatkan unutk kepentingan memudahkan dalam rangka pekerjaan manusia, misalnya ada traktor pembajak sawah, mesin tanam padi, mesin panen padi, dan lainnya dengan alat-alay tersebut maka memudahkan pekerjaan. Disisi lain pada bidang teknologi dengan segala kecanggihannya sekrang pengguna teknologi dapat memanfaatkan teknologi tersebut diantaranya marketing online media promosi dagangan, gojek, go food, go pay, zoom meeting dan google meet dan lain sebagainya. Meskipun kemampuan fisik manusia terbatas, misalnya pandangan, pendengaran, begitu pula kekuatan dan keterampilan tangan dan kakinya,dengan teknologi dapat dimudahkan.

Akal‑pikiran manusia mampu mendayagunakan segala yang Allah ciptakan di bumi ini. Kemampuan itu memang telah ditentukan oleh Allah Swt sebagaimana Allah nyatakan dalam firman‑Nya

وَسَخَّرَ لَكُمْ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا مِنْهُ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Artinya:      “Dan  Dia  menundukkan  untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir” (QS. Al-Jatsiyah (45):13).

Memperoleh kemudahan dalam hidup dengan mengembangkan potensi diri dan dengan memanfaatkan segala yang Allah tundukkan bagi manusia di alam ini sejalan dengan kehendak Allah. Allah menghendaki manusia memperoleh kemudahan, dan tidak menghendaki menghadapi kesusahan hidup. Hal itu dinyatakan oleh Allah dalam firman-Nya:

… الْعُسْرَ كُمُ يُرِيْدُ بِوَلاَ الْيُسْرَ بِكُمُ يُرِيْدُ اللهُ

Artinya:      “Allah menghendaki kemudahan bagimu,  dan tidak menghendaki kesukaran bagimu” (QS. Al-Baqarah  :185).

Allah menyatakan, bahwa memang Allah sengaja memberikan berbagai kemudahan kepada manusia agar manusia hidup dengan mudah.

لِلْيُسْرَى وَنُيَسِّرُكَ.

Artinya:      “Dan Kami memberimu kemudahan agar kamu memperoleh kemudahan”. (QS. al‑A’la  : 8)

Keempat, selektif menerima informasi, sikap selektif  dalam menerima setiap informasi berita, setiap fenomena merupakan langkah cerdas agar terhindar dari sesuatu yang dapat merugikan. Kita dilarang menurut saja atau dalam isitlah jawa “nurut” dengan tidak menyelidiki sebab akibat.

Firman Alloh dalam Q.S Al-Isra’ ayat 36

 

وَلاَ تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ اِنَّ السَمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُوْلئِكَ كَا نَا عَنْهُ مَسْئُولاً

 

Artinya :

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya, Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggungjawabannya

 

Perwujudan sikap selektif dalam bermedia sosial adalah kita diharuskan untuk menggunakan akal dan pikiran kita dan juga meminta petunjuk hanya kepada Allah SWT dan merujuk pada orang-orang yang memiliki kompetensi dalam kepentingan urusan keduniaan sehingga kita tidak masuk dalam kesesatan melainkan kebenaran. Jalan yang dipakai jangan hanya taqlid saja tanpa mengetahui apakah benar sesuai dengan ketentuan.

Dalam bermedia sosial  kita harus memiliki etika untuk tidak mengikuti apa-apa yang tidak kita lihat, dengar, maupun yang tidak sesuai dengan fakta yang ada. Dan kita dilarang berbuat atau mengatakan hanya berdasarkan dugaan, tanpa pengetahuan yang benar karena prasangka tidaklah dibenarkan  sehingga dikhawatirkan akan menyesatkan orang lain. Sebagaimana Firman Alloh dalam surat Al-Hujurat ayat 6, kita diingatkan supaya hati-hati dan tidak asal percaya begitu saja .

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu”.

Haram berkata atau berbuat tanpa didasari oleh ilmu, karena dapat menyebabkan kerusakan. oleh karena itu kita tidak  boleh mengikuti apa yang kita tidak mengetahuinya karena kelak akan ditanyakan anggota badan ini pada hari kiamat tentang apa yang telah diperbuat manusia.Maka dengan selektif inilah InsyaAlloh dalam bermedia sosial akan dapat mendatangkan kebaikan dan maslahat bagi khalayak karena menggunakan rambu-rambu yang digunakan sebagai dasar.

Wallahu a’lam bishawab.

PENGEMBANGAN KAMPUS ITS PKU TERIMA WAKAF TANAH

by Frendi Comments: 0

Solo — Institut Tehnologi Sains dan Kesehatan (ITS) PKU Muhammadiyah Surakarta menerima wakaf sebidang tanah dari warga untuk pengembangan kampus. Prosesi serah terima wakaf dilaksanakan di Kampus ITS PKU pada hari kamis (14/5) dengan dihadiri Rektor dan jajaran Wakil Rektor, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surakarta, Badan Pembina Harian, serta keluarga Wakif. Dalam seremoni serah terima wakaf tanah tersebut, bertindak selaku wakif Bp.H. Sugiman. S.Sos dan sebagai penerima wakaf diwakili langsung oleh Rektor ITS PKU Muhammadiyah Surakarta, Weni Hastuti, M.Kes.,Ph.D dengan disaksikan PDM Kota Surakarta Drs. HM. Joko Riyanto, SH.,MM.,MH serta ketua BPH Prof. Dr. Sofyan Anief, M.Si.
H. Sugiman selaku wakif berharap tanah yang diwakafkan tersebut dapat dimanfaatkan untuk kegiatan Pendidikan ITS PKU Muhammadiyah Surakarta . “Sebenarnya niatan untuk mewakafkan tanah kepada ITS PKU sudah cukup lama, hanya baru bisa terealisasi pada hari ini. Kami menyerahkan wakaf tanah ini karena kami percaya ITS PKU yang saat ini telah tumbuh besar mampu memanfaatkan untuk kemaslahatan yang lebih besar”, ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Ketua BPH Prof. Dr. Sofyan Anief, M.Si menyampaikan bahwa perimaan wakaf tanah dari warga saat ini bukanlah kali yang pertama. “Sejak awal kampus didirikan dalam bentuk AKPER, kami telah menerima wakaf beberapa bidang tanah yang hari ini telah wujud menjadi beberapa Gedung perkuliahan ITS PKU”, Jelasnya.
Tanah wakaf seluas 100 M2 tersebut memiliki posisi yang cukup strategis di dekat komplek kampus ITS PKU Muhammadiyah Surakarta. “Kami sangat mengapresiasi keluarga yang telah mengamanahkan wakaf tanah kepada ITS PKU, dan insyaAllah kami akan memanfaatkan tanah wakaf ini untuk mengembangkan unit usaha kampus yang nantinya dapat menopang operasional kegiatan kampus”, ungkap Weni Hastuti.
Setelah prosesi serah terima wakaf di Kampus ITS PKU akan dilanjutkan penandatangan akta ikrar wakaf dari wakif kepada Majelis Wakaf PDM Kota Surakarta selaku Nazhir. (Humas/tg)

Mendorong Kaum Milenial Cinta Masjid

by admin Comments: 0

Mendorong Kaum Milenial Cinta  Masjid

Oleh: Suyanto,S.Ag. M.Pd.I.

 

Masjid secara bahasa adalah suatu kata benda yang menunjukkan arti tempat        sujud. Secara terminologi syar’i, masjid adalah setiap tempat yang memungkinkan untuk berbadah kepada Allah SWT dan sujud kepada-Nya di tempat itu. Nabi bersabda. “Bumi dijadikan untukku sebagai masjid dan alat bersuci” (Hadist muttafaq ‘alaih).  Bumi dinyatakan sebagai masjid merupakan salah satu keistimewaan yang diberikan dan dimiliki oleh Nabi Muhammad dan umatnya.  Masjid merupakan rumah Allah di bumi yang dijadikan sebagai tempat beribadah, dimana didalamnya Allah disembah, sementara selain-Nya  tidak boleh disembah. Dalam perkembangannya Masjid memiliki peran yang besar dalam pembentukan karakter dan kesejahteraan masyarakat dengan berbagai kegiatan  Masjid. Read more!

ITS PKU SUMBANG SUMUR DALAM UNTUK WARGA SUKOMULYO

by Frendi Comments: 0

SOLO – Institut Teknologi Sains dan Kesehatan (ITS) PKU Muhammadiyah Surakarta menyumbang sumur dalam di RT 5 RW XI Kadipiro Surakarta. Disaksikan sejumlah warga Sukomulyo RT 5 RW XI Kadipiro Surakarta.

 

   Warga Sukomulyo RT 05 RW XI Kadipiro menerima bantuan sumur dalam dari ITS PKU Muhammadiyah Surakarta. Secara simbolik, Rektor ITS PKU Weni Hastuti, M,Kes.,Ph.D menyerahkan bantuan tersebut kepada Ketua Paguyupan Pengguna Sumur Dalam Sukomulyo Suharno, SH.,MH yang disaksikan oleh BPH ITS PKU beserta perwakilan beberapa warga karena adanya anjuran social distancing, pada Senin (12/05).

Pembuatan sumur dalam untuk warga sekitar kampus ini adalah salah satu bentuk kepedulian ITS PKU untuk turut serta meringankan beban permasalahan sumber air bersih yang dialami oleh warga Sukomulyo Kelurahan Kadipiro. Sumur dalam dibangun dengan ketinggian bak penampung air sekitar 7 M di sebidang tanah milik warga yang berlokasi di tengah kampung sehingga mudah diakses oleh seluruh warga kampung dan nantinya untuk mencukupi kebuthan warga.

Ketua BPH ITS PKU, Prof. Dr. Sofyan Anief, M.Si dalam sambutannya menyampaikan bahwa dengan pembuatan sumur dalam ini diharapkan akan semakin memperkuat sinergi antara Kampus ITS PKU dengan Warga Sukomulya yang selama ini telah terjalin dalam hubungan yang saling memberi manfaat. “Pembuatan bantuan sumur dalam untuk warga kali ini adalah wujud dari praktik ta’awuna ‘alal birri wa taqwa, tolong menolong dalam kebaikan dan takwa”, ungkapnya.

Penyerahan bantuan sumur dilanjutkan dengan prosesi peresmian di lokasi sumur dalam yang ditandai dengan pengguntingan pita oleh Rektor ITS PKU Weni Hastuti, M.Kes.,Ph.D yang disaksikan oleh semua tamu undangan dan warga sekitar. Pada persemian itu Weni Hastuti menyampaikan bahwa ITS PKU akan terus berbagi manfaat dengan warga masyarakat, baik berupa sarana fisik maupun non fisik. “Kami berharap, pembangunan sumur dalam untuk warga ini betul-betul dapat dimanfaatkan secara luas oleh warga guna memenuhi kebutuhan air bersih yang saat ini terhitung langka”, ucapnya. “Ini merupakan kepedulian ITS PKU Muhammadiyah Surakarta terwarga setempat, warga di lingkungan kampus ITS PKU Muhammadiyah Surakarta,” jelas Rektor ITS PKU Muhammadiyah Surakarta Weni Hastuti, Solo, Rabu (13/5).

Weni mengemukakan pada tahun kemarin kawasan kering, sehingga waktu musim kemarau sering tidak ada air. Masyarakat warga Sukomulyo saat kemarau sering mengeluh tidak memiliki air karena sumurnya kering.

Sumur dalam ini, menurut Weni, bisa disedot kemudian ditampung, kemudian disalurkan ke 43 rumah penduduk. “Alhamdulillah bisa mencukupi kebutuhan air penduduk disini,” ujarnya.

Sementara itu, ketua pangguyuban masyarakat setempat Suharno, SH mengatakan, daerahnya setiap musim kemarau selalu kering, sehingga kekurangan air. Ditambah lagi air PDAM pun hanya nyala pada jam 2 hingga 3 malam. “Sehingga adanya bantuan sumur dalam ini kami mewakili warga disini sangat berterima kasih sekali,” ungkapnya.

Seluruh rangkaian kegiatan penyerahan dan peresmian sumur dalam ditutup dengan kegiatan Buka Bersama sekaligus acara ramah tamah untuk lebih mengakrabkan warga masyarakat dengan kampus ITS PKU Muhammdiyah Surakarta.

 

Manusia dan Problematika Kehidupan

by admin Comments: 0

Manusia dan Problematika Kehidupan

Oleh : Weni Hastuti, S.Kep.,M.Kes

 

  • Manusia hidup di dunia ini bukanlah kehendak dirinya, tapi kehendak ALLAH SWT
  • ALLAH lah yang menciptakan problem yang dihadapi manusia sejak lahir hingga matinya.
  • Tapi seberat apapun problem, tetap masih dalam batas kemampuan individu menerimanya. Sebagaimana Firman ALLAH SWT:

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. (QS. Al Baqoroh: 286) Read more!

Amalan Amalan Di Bulan Ramadhan

by admin Comments: 1

Amalan Amalan Di Bulan Ramadhan

DI SUSUN OLEH : H. AHMAD SUKIDI , S.Ag, M.Pd

Bulan Ramadha adalah  bulan yang ke delapan pada tahun Hijrah , salah satu bulan yang kedatangannya senantiasa di nanti oleh jutaan umat Islam di seluruh pelosok dunia , termasuk bulan Ramadha tahun ini , tahun 1441 H . atau bertepaatan pada tahun miladiyah 2020 M. Read more!