ITS PKU MUHAMMADIYAH SURAKARTA MELAKSANAKAN ANGKAT SUMPAH MAHASISWA KESEHATAN

ITS PKU Muhammadiyah Surakarta di tengah pandemi pada hari Kamis (27/07) melalui Fakultas Ilmu Kesehatan mengadakan Pengambilan sumpah dan Penyematan Lencana sejumlah 219 Mahasiswa yang terdiri dari prodi S1 keperawatan, S1 Gizi, D3 Keperawatan, D3 Kebidanan dan DIV Keperawatan Anestesiologi di Gedung Rektorat, ITS PKU Surakarta Muhammadiyah. Acara dilaksanakan dengan khitmat secara daring dan luring melalui live streaming di zoom dan youtube oleh civitas dan seluruh peserta dari Fakultas Ilmu Kesehatan ITS PKU Muhammadiyah surakarta.

Serangkaian acara meliputi, yaitu pembukaan oleh MC, pembacaan ayat suci Al Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah, Laporan Ketua Panitia, Prosesi pengambilan sumpah/penandatanganan dan Penyematan lencana, menyanyikan Mars dan Hymne hidup sehat, sambutan BPH dan rector ITS PKU Muhammadiyah Surakarta, Menyanyikan Mars dan Hymne ITS PKU Muhammadiyah Surakarta, dilanjutkan pemberian penghargaan dan beasiswa bagi mahasiswa berprestasi setiap  prodi, Beasiswa Hafidz Qur’an total 15 Juta, Beasiswa Bantuan Biaya Pendidikan, Beasiswa Lazismu dan Beasiswa Atlit Nasional.

Total penerima beasiswa sejumlah 65 mahasiswa dari 8 Prodi yang di miliki ITS PKU Muhammadiyah Surakarta.

Sambutan dari Rektor ITSPKU Muhammadiyah Surakarta, Weni Hastuti, M.Kes., Ph.D yang menyampaikan bahwa Upacara Ucap Janji Mahasiswa, Prodi S1 keperawatan, Sarjana Terapan keperawatan Anestesiologi, D III Keperawatan dan D III Kebidanan ITS PKU Muhammadiyah Surakarta, yang merupakan tradisi akademik mahasiswa kesehatan sebelum mereka memasuki praktik klinik di rumah sakit, yang diikuti total  219 mahasiswa.

Disampaikan Weni Hastuti, “Satu tahun terakhir sejak krisis pandemi covid 19, betul betul memberikan tantangan bagi pendidikan bidang kesehatan, selain seluruh pembelajaran teori harus dilakukan secara Daring, seluruh kegiatan praktik mahasiswa kesehatan di rumah sakit juga harus terhenti. Hal inilah yang akhirnya memaksa kita untuk lebih kreatif dan inovatif dalam seluruh proses pembelajaran agar capaian kompetensi pembelajaran tetap dapat tercapai”.

“ Alhamdulillah…Tahun ini mulai ada titik terang, dengan membaiknya situasi Pandemi yg ditandai dengan menurunnya angka kesakitan maupun kematian akibat covid 19, rumah sakit mulai membuka pintu bagi praktik klinik mahasiswa kesehatan, sekalipun dengan persyaratan yang sangat ketat. Setelah mengikuti prosesi Ucap Janji hari ini, mahasiswa baru diizinkan untuk terjun langsung melaksanakan praktik klinik dalam tatanan pelayanan nyata di dunia kerja, sebagai sarana pembelajaran sekaligus transformasi untuk membentuk tenaga kesehatan yang profesional sekaligus psebagai sarana transformasi diri dari yang biasanya kaku menjadi lebih fleksibel, dari yang biasanya tekstual menjadi lebih kontekstual”, kata Weni Hastuti

Leave a Reply