PENDIDIKAN KESEHATAN MASYARAKAT DALAM PERSPEKTIF ISLAM

Oleh: Dr. Ida Untari, S.K.M., M.Kes.

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Alhamdulillahirobbil’aalamiin, Wabihi wanashtaiu alaa umuriddunya waddiin, Asyhaduallaa ilaaha illallah, Waasyhadu anna Muhammadar Rosulullah, Robbishrohlii Soddri, wayassirlii amri, wahlul Ukdatammil lisaani, yahqohu qouli.

Para pendengar yang dirahmati oleh Allah SWT, puji syukur kehadirat Allah SWT atas nikmatnya yang selalu kita terima dan jika kita diminta menghitung maka kita tidak akan bisa kita menghitungnya. Kedua, Sholawat dan salam selalu kita haturkan kepada junjungan nabi besar Muhammad SAW yang selalu kita tunggu syafaatnya di yaumul akhir nanti.

Para pendengar yang dirahmati oleh Allah SWT, hari ini, kita telah memasuki bulan Romadhon 1442H yang ke 23 dan tinggal 7 hari, insya Allah kita masih bisa menjalankan puasa Romadhon dengan penuh keimanan  dan sungguh-sungguh, sehingga dosa-dosa kita terampuni, aamiin

Pada kesempatan ini, saya mengucapkan terima kasih kepada Koordinator AIK (Al-Islam dan Kemuhammadiyahan ITS PKU Muhammadiyah Surakarta bersama radio Mentari FM yang memberi kesempatan kepada saya untuk menyampaikan beberapa ayat Al-Qur’an terkait dengan pendidikan kesehatan masyarakat dalam perspektif Islam. Semoga media ini menjadi wahana untuk mencerdaskan dan meningkatkan keimanan yang berkualitas kepada Allah SWT, aamiinn.

Pendengar yang dimuliakan oleh Allah SWT, tausiyah pagi ini, beberapa hal yang akan saya sampaikan meliputi: makna dari pendidikan, kesehatan, masyarakat, pendidikan kesehatan, kesehatan masyarakat dan pendidikan kesehatan masyarakat dalam perspektif Islam. Metode yang digunakan adalah studi literatur.

Diawali dengan konsep PENDIDIKAN. Beberapa pendapat ahli lain adalah sebagai berikut:

Ibnu Sina, Pendidikan atau pembelajaran berkaitan dengan segala aspek yang ada pada manusia, mulai dari fisik, mental atau moral. Pendidikan dilarang mengabaikan perkembangan fisik dan segala sesuatu yang berpengaruh terhadap perkembangan fisik seperti olah raga, minum, makan, kebersihan dan tidur. Jadi pendidikan tidak hanya memperhatikan aspek moral tetapi juga membentuk individu yang holistik termasuk jiwa, budi pekerti dan pikiran.

UNESCO, Pendidikan yang saat ini bergerak adalah persiapan untuk kehidupan masyarakat yang belum ada atau mempersiapkan manusia untuk jenis masyarakat yang belum ada dengan konsep sistem pendidikan yang dapat berubah sesuai dengan perkembangan masyarakat dan transfer nilai budaya. Konsep pendidikan saat ini tidak lepas dari pendidikan yang harus sesuai dengan tuntutan kebutuhan pendidikan masa lalu, masa kini, dan masa depan.

Dari dua saja, dapat disimpulkan bahwa PENDIDIKAN adalah suatu proses pengubahan sikap dan perilaku seseorang secara utuh (fisik, mental dan moral) ataupun kelompok dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan.

Kedua, pembahasan terkait dengan KESEHATAN. Sehat adalah kondisi manusia yang terbebas dari segala gangguan atau pun penyakit baik penyakit fisik maupun psikis. Menurut Undang – Undang Republik Indonesia, pengertian kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan/fisik, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Beberapa ahli lain dan saya termasuk yang mendukung untuk definisi sehat ditambahkan sehat spiritual.

Pembahasan ketiga tentang MASYARAKAT.

Definisi tentang masyarakat bervariasi dikarenakan sifat manusia selalu berubah dari waktu ke waktu. Beberapa pendapat itu adalah sebagai berikut: masyarakat sebagai orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan (kebiasaan/perilaku) oleh Selo Soemardjan, Max Weber mengartikan masyarakat sebagai struktur atau aksi yang pada pokoknya ditentukan oleh harapan dan nilai nilai yang dominan pada warganya, Emile Durkheim mendefinisikan masyarakat sebagai kenyataan objektif individu-individu yang merupakan kehidupan sebuah sistem sosial di mana bagian-bagian yang ada di dalamnya saling berhubungan antara satu dengan yang lainnya dan menjadikan bagian-bagian tersebut menjadi suatu kesatuan yang terpadu.

Manusia akan bertemu dengan manusia lainnya dalam sebuah masyarakat dengan peran yang berbeda-beda (Tejokusuma, 2014).

Pembahasan keempat terkait dengan PENDIDIKAN KESEHATAN

Pendidikan kesehatan merupakan suatu upaya terencana yang bertujuan memodifikasi sudut pandang, sikap maupun perilaku suatu individu, kelompok maupun masyarakat ke arah pola hidup yang lebih sehat melalui proses promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif (Stuart, 1986).

Committe presiden of helath education (1997), pendidikan kesehatan adalah proses yang mampu membantu merevitalisasi kesenjangan yang terjadi antar informasi yang didapatkan dan praktek kesehatan sehingga seseorang termotivasi menjauhkan diri dari kebiasaan buruk dan mengimplementasikan pola hidup yang lebih menguntungkan bagi kesehatan.

Komponen dalam pendidikan kesehatan di antaranya adalah pendidik dan sasaran sebagai input, implementasi berbagai kerangka kegiatan yang direncanakan sebagai sebuah perubahan perilaku (proses) dan hasil yang diharapkan berupa perilaku hidup bersih sehat (output).

Tujuan dari pendidikan kesehatan meliputi: Menumbuhkan rasa tanggung jawab untuk menjaga kesehatan diri sendiri serta lingkungan, melakukan tindakan pencegahan maupun rehabilitatif melalui berbagai kegiatan positif, memampukan diri agar dapat mempelajari dan mempraktikkan hal yang mampu dilakukan mandiri.

Pembahasan kelima terkait dengan KESEHATAN MASYARAKAT

Definisi kesehatan masyarakat adalah multi disiplin ilmu dan seni memelihara, melindungi, dan meningkatkan kesehatan masyarakat melalui usaha-usaha masyarakat dalam pengadaan pelayanan kesehatan, pencegahan dan pemberantasan penyakit menular dan tidak menular (Kemenkes RI, 2016).

Beberapa disiplin ilmu yang mendasari ilmu kesehatan masyarakat mencakup ilmu biologi, ilmu kedokteran, ilmu kimia, fisika, ilmu lingkungan, sosiologi, antropologi, psikologi, ilmu pendidikan, dan sebagainya. Sasarannya adalah seluruh masyarakat termasuk individu, keluarga dan kelompok baik yang sehat maupun yang sakit, khususnya mereka yang berisiko tinggi dalam masyarakat.

PENDIDIKAN KESEHATAN MASYARAKAT DALAM PERSPEKTIF ISLAM

  1. Sekarang bagaimana dengan pendidikan dalam perspektif Islam?

Islam sangat mengedepankan pendidikan. Wahyu pertama Allah SWT turun kepada Nabi Muhammad SAW adalah Surah Al-Alaq ayat 1-5 yang bila diterjemahkan menjadi: Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah, Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantara kalam.

  1. Kemudian bagaimana implementasi wahyu pertama ‘Membaca” dalam dunia pendidikan. Islam sangat memperhatikan dunia pendidikan tergambarkan dari Hadist Rosulullah SAW yaitu:  Rasulullah SAW bersabda: “Ajarilah anak-anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka hidup di zaman mereka bukan pada zamanmu. Sesungguhnya mereka diciptakan untuk zamannya, sedangkan kalian diciptakan untuk zaman kalian”. Artinya, ilmu itu bersifat dinamis dan tidak tetap, keberadaannya menyesuaikan dengan kondisi sekarang dan kehidupan masa depan.
  2. Apa yang perlu dilakukan: Dunia pendidikan perlu dirancang dengan sebaik-baiknya (visi, misi, kurikulum, dll). Muhammadiyah mempunyai 2 bidang prioritas gerakan yaitu pendidikan dan kesehatan dan dibuktikan akreditasi sekolah maupun perguruan tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah yang sudah mampu sejajar dengan PTN. Termasuk ITS PKU Muhammadiyah Surakarta mempunyai akreditasi B untuk perguruan tinggi. Memerlukan metode yang efektif dalam proses pendidikan atau mengajarkan.
  • Bagaimana kesehatan dan kesehatan masyarakat dalam perspektif Islam?
  • Islam sangat memperhatikan bidang kesehatan baik fisik (jasmani), mental dan moral (spiritual) secara keseluruhan.
  • Kesehatan jasmani misalnya tentang Thoharoh, tercermin pada ayat-ayat Al-Qur’an: 1. QS. Al-Baqarah 222 yang artinya: “…Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” 2. QS. Al-Maidah 6: “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur” dan masih banyak ayat Al-Qur’an lainnya. hadis nabi yang memuji orang mukmin yang kuat,” Orang mukmin yang kuat lebih dicintai Allah dari orang mukmin yang Iemah dan dalam berbagai hal baik”.
  • Kesehatan mental: Islam mengajarkan untuk percaya diri, optimis, semangat, berfikir positif, tidak sombong, dan lain-lain.
  • Islam berhubungan dengan epidemiologi:
  • Menganjurkan berobat jika sakit, tercermin dalam S. Yunus 57:”Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh-penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk dan rahmat bagi orang-orangnya yang beriman”
  • Mencegahan penyebaran wabah, tercermin dalam hadist:  Sabda Rasulullah SAW: “Janganlah engkau masuk ke dalam suatu daerah yang sedang terjangkit wabah, dan bila dirimu berada di dalamnya janganlah pergi meninggalkannya.” (HR. Bukhari). Saat ini pun, konsep saat ini saat pendemi Covid-19 kita mengenal PSBB (pembatasan sosial berskala besar), istilah lain lock down.
  • Menganjurkan umatnya melakukan upaya proteksi diri (ikhtiar) dari berbagai penyakit infeksi misalnya dengan imunisasi.
  • Mencegah penyakit tidak menular seperti DM, Hipertensi, Gout tercermin dalam S. Al-A’rof 31: “Makan dan minumlah, tapi jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orangorang yang berlebih- lebihan”
  • Mengatur dari sisi administrasi dan kebijakan kesehatan tercermin dalam S. Al-Baqoroh 30: “Ingatlah ketika Rabb-mu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau”. Rabb berfirman: ’Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” Seorang kholifah harus bisa berpikir bijaksanan sehaingga mampu memberikan keputusan yang tepat. Kuputusan dan kebijkan inilah yang dimaksud dalam administrasi dan kebijakann.
  • Mengatur keselamatan dan kesehatan kerja, tercermin pada S. Al-Qoshosh 7: “ Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah Dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah Berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan.” Ayat lain S. Al-Baqarah ayat 195 juga memerintahkan kita melakukan sesuatu kerja dengan cara yang sebaik-baiknya dengan mengutamakan menjaga keselamatan dan kesehatan, sebagaimana firman-Nya yang berbunyi: “Dan infakkanlah (hartamu) dijalan Allah, dan janganlah kamu jatuhkan (diri sendiri) ke dalam kebinasaan dengan tangan sendiri, dan berbuat baiklah. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.”
  • Mengatur kesehatan lingkungan meliputi lingkungan hidup, pencemaran lingkungan, ekologi, ekosistem, toksikologi, AMDAL, pencemaran B3, dan sanitasi:
  • S. Ar-rum) 41: ”Telah terjadi (tampak) kerusakan di darat dan di laut karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah akan merasakan kepada mereka sebagian (akibat tindakan mereka) agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”. Masih banyak lagi ayat-ayat Alqur’an (misalnya: surat 2 ayat 60 dan 205; surat 5 ayat 64; surat 7 ayat 85; dan beberapa surat lainnya) yang juga menegaskan tentang peranan manusia dalam kerusakan lingkungan, melarang manusia untuk merusak lingkungan, dan sekaligus mengajak manusia memelihara lingkungan.
  • S. Al An’am 141-142 dalam mengekplorasi alam terlihat pada, yang intinya manusia mempunyai hak atau diperbolehkan untuk memanfaatkan apa-apa yang ada di muka bumi (sumber daya alam) yang tidak melampaui batas atau berlebihan.
  • Sanitasi total berbasis mayarakat:
  • Larangan Buang Air Besar di Sembarang Tempat, “ Takutlah tiga tempat yang dilaknat, buang kotoran pada sumber air yang mengalir, di jalan dan tempat berteduh. (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majjah
  • Cuci tangan,” Apabila salah satu darimu bangun tidur maka hendaknya dia mencuci tangannya (HR. Muslim)
  • Bagaimana pendidikan kesehatan untuk masyarakat dalam perspektif Islam?
  • Untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sesuai dengan ajaran Islam maka memerlukan pendidikan kesehatan atau salah satu upaya bidang kesehatan berupa promosi kesehatan. Promosi kesehatan tidak hanya sekedar memberikan informasi kepada individu, keluarga, kelompok atau masyarakat namun mengubah perilaku yang kurang sehat menjadi sehat. Ada kelompok organisasi profesi yang resmi diakui oleh negara yang bernama organisasi perkumpulan pendidik dan promosi kesehatan masyarakat Indonesia (PPPKMI) bagian dari OP Ikatan Ahli kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), namun tugas dan tanggung tersebut tidak akan dapat berjalan tanpa dukungan dari para tokoh masyarakat apalagi tokoh agama Islam yang notaben jelas ajarannya sangat menjunjung tingga bidang pendidikan dan kesehatan. Para kelompok OP merupakan ikhtiyar dari S. Al-Imron 104: “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.”
  • Metode yang dapat digunakan dalam promosi kesehatan dapat dilakukan dengan berpedoman ada S An-Nahl ke-125: “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” Pada metode promosi kesehatan atau dakwah terdapat 3 kaidah yaitu:
  • Al- hikmah/ bijaksana;
  • Al mau’izah al hasanah (pelajaran yang baik)
  • Al mujadalah billati hiya ahsan (mendebat dengan cara yang baik).
  • Metode yang paling efektif adalah mulai dari diri sendiri seperti tujuan utama Rosulullah SAW diutus ke bumi untuk menyempurnakan akhlak:        إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ صَالِحَ الْأَخْلَاقِ

“Sesungguhnya aku (Rasulullah ﷺ) diutus untuk menyempurnakan akhlaq yang baik.” (HR. Ahmad  2/381)

  • Metode lain yang pernah dilakukan oleh Rosulullah pada sebuah kelompok dapat dengan cara “metode mutual education”. Misalnya: Nabi sendiri yang mengajarkan sholat dengan mendemonstrasikan, instruksional. Metode bercerita (story telling) yaitu dengan mengisahkan peristiwa sejarah hidup manusia masa lampau yang menyangkut ketaatannya atau kemungkarannya dalam hidup terhadap perintah Allah Swt.
  • Sasaran promosi kesehatan dimulai dari diri sendiri, keluargamu terdekat dan diteruskan ke masyarakat, seperti tercermin dalam  S. menyatakan, “Berilah pengajaran kepada keluargamu terdekat, dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman.” (QS:26:214).
  • Promosi kesehatan bukan hanya sekedar penyuluhan saja, namun juga merupakan proses pemberdayaan masyarakat untuk memelihara, meningkatkan dan melindungi kesehatannya.
  • Media yang dapat digunakan untuk promosi kesehatan adalah disesuaikan dengan perkembangan jaman. Saat ini media yang mudah diakses adalah era digital misal seperti saat ini; siaran radio, meeting dengan berbagi media dan lain-lain. Orang yang paling sukses adalah mereka yang paling cepat menguasai informasi hal ini ditandai dengan serba mudahnya kita mendapatkan akses untuk sebuah informasi melalui teknologi digital.

Pemirsa yang dirahmati oleh SWT, demikian tadi tausyiah tentang pendidikan kesehatan dalam perspektif Islam. Semoga dapat menambah wawasan dan kecintaan kita pada Islam dan menguatkan perilaku kita dalam mempertahankan sehat serta mencegah penyakit seperti kondisi saat ini bahwa pandemi Covid-19 belum berakhir. Tetap lakukan protokol kesehatan 5 M: memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menjaga Iman Imun dan Aman, dan yang penting menjelang hari raya Idul Fitri yaitu: Menunda MUDIK.

Dan jangan pernah berhenti berdoa pada Allah SWT untuk pandemi Covid-19 segera berakhir, Indonesia bangkit, Islam bangkit, Muhammadiyah bangkit mencerdaskan bangsa dengan ber-kemajuan.

Jika benar datangnya dari Allah SWT dan bila salah datangnya dari saya dan mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Billahi Taufiq Wal Hidayah

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Dr. Ida Untari, S.K.M., M.Kes.

Leave a Reply