350 MAHASISWA ITS PKU MENGIKUTI PKKMB

SOLO—Sekitar 350 mahasiswa baru mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKBM) dan Masa Ta’aruf (Masta) via Zoom di ITS PKU Muhammadiyah Solo, Solo, Rabu (2/9).

Pantauan Espos, PKKBM dan Masta virtual diawali dengan sidang senat terbuka. Dua calon mahasiswa mewakili mahasiswa baru untuk penyematan almameter pagi kemarin.

Dalam  pelaksanaan PKKMB terlebih dahulu diawali oleh Rektor ITS PKU Muhammadiyah Surakarta bersama Wakil rektor dan jajarannya melakukan roadshow di domisili para mahasiswa baru secara langsung untuk menyerahkan jas almamater sebagai wujud legalitas menjadi mahasiswa baru dan dilanjutkan melakukan bakti sosial pembagian sembako di wilayahnya masing masing kepada warga yang terdampak covid19 atau yang membutuhkan.

Disampaikan Weni Hastuti selaku Rektor ITS PKU Muhammadiyah Surakarta bahwa untuk PKKMB tahun ini kami mengajak kepada para mahasiswa lebih peka dengan keadaan sosial di lingkungannya masing masing untuk bersimpati dan memberi bantuan kepada warga sekitar yang sedang membutuhkan  terlebih lagi yang terdampak covid-19. Sejumlah 350 mahasiswa baru diwajibkan untuk memberi bantuan sosial kepada warga sekitar

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan ITS PKU Muhammadiyah Surakarta, Sri Mintarsih, menjelaskan PKKBM dan Masta merupakan tradisi untuk mengenalkan ITS PKU Muhammadiyah kepada mahasiswa baru. Untuk kali pertama PKKBM dan Masta dilakukan bersamaan saat situasi pandemi Covid-19.

“Gelombang satu yang ditutup  30 Agustus ada sekitar 350 calon  mahasiswa baru. Dilakukan sidang terbuka senat dan rektor menyampaikan materi. Ada juga materi mengenai cinta kebangsaan dan Tanah Air serta antikorupsi,” ujar dia sebelum pembukaan PKKMB dan Masta.

Dia menjelaskan rangkaian acara  berlangsung selama tiga hari mengikuti  kebijakan pemerintah pusat untuk  menaati protokol kesehatan. Ia  berharap mahasiswa baru yang telah  mengenal ITS PKU Muhammadiyah  dapat mencintai kampus, mencintai profesi, dan cinta Tanah Air.

Salah satu mahasiswa baru, Muhammad Rafi Adam Sulthony, 18, menjelaskan  PKKBM dan Masta tahun ini membuat dia tidak bisa bertemu langsung teman-teman satu angkatan. Namun, ia tetap antusias mengikuti rangkaian kegiatan dan telah melakukan bakti sosial dengan menyerahkan bantuan beras kepada warga terdampak ekonomi akibat pandemi Covid-19. ((Humas/tg)



Leave a Reply