INSTITUT TEKNOLOGI SAINS DAN KESEHATAN PKU MUHAMMADIYAH SURAKARTA

TETAP BUGAR PUASA DI TENGAH PANDEMI

by Frendi Comments: 0

TETAP BUGAR PUASA DI TENGAH PANDEMI

Oleh: IDA UNTARI, S.KM., M.Kes.

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Alhamdulillahirobbil ‘aalminn, Wabihi wanasta’iinu umuuriddunya wadiin, Asyhadualla ilaha illallah, Waasyhadu Anna Muhammadar Rosulullah.

Pertama-tama, mari kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang selalu melimpahkan Rahmad dan Hidayah Nya pada kita semua. Sholawat dan salam selalu kita haturkan kepada junjungan nabi besar Muhammad SAW yang telah membawa kita ke jaman yang terang benderang dan yang selalu kita tunggu syafaatnya di yaumul Akhir.

Bapak – Ibu yang saya hormati, sungguh sangat luar biasa tahun ini, puasa kita sangat berbeda dari tahun -tahun sebelumnya, kita berada dalam kondisi Pandemi yang mengharuskan setiap orang harus tetap tinggal di rumah. Sejak diberlakukannya surat pernyataan presiden terkait status darurat kesehatan masyarakat tanggal 31/03/2020, maka banyak perubahan yang terjadi masyarakat. Masyarakat diminta untuk tetap tinggal di rumah, dan rutinitas kegiatan yang hanya di rumah saja menjadikan kebosanan tersendiri sebagian orang. Hal ini pun juga berisiko untuk mengalami gangguan kesehatan tersendiri, sedangkan kesehatan saat ini sangat diperlukan apalagi dibulan Ramadhan ini. Kesehatan yang dimaksud tidak hanya sehat fisik tapi juga sehat jiwa maupun spiritual.

 

Beberapa tips untuk tetap bugar selama puasa di tengah pandemi dapat dilakukan dengan cara KURMA, maksudnya adalah seperti ini:

K          : Kegiatan seperti biasa tapi tetap di rumah.

Pemerintah memperlakukan sosial distancing bahkan kebijakan PSBB (pembatasan sosial berskala besar di kota besar, sehingga aktivitas terbatasi, namun bukan berati kita tidak melakukan apa pun di rumah. Apalagi di bulan Romadhon, kegiatan dilakukan dirumah menjadi pilihan wajib dan harus dipatuhi. Kegiatan apa saja yang bisa dilakukan, banyak dan bervariasi. Jika Bapak Ibu seorang pekerja di sebuah perusahaan, instansi yang diberlakukan seperti Work From Home (WFH) maka bisa dilakukan dengan santai atau serius tapi di rumah dan menghindari keluar rumah kecuali terpaksa dan darurat. Namun bagi Bapak ibu atau saudara – saudara kita yang harus bekerja di luar rumah seperti: jasa kurir/ekspedisi, penjual sembako di pasar, atau yang lainnya bisa tetap bekerja tapi harus mengikuti aturan misalnya: gunakan masker, selalu cuci tangan menggunakan sabun, jaga jarak  minimal 1 meter dan jika pulang ke rumah, bersegeralah untuk cuci tangan, melepas sandal atau sepatu dan segera mandi dan berganti pakaian jika merasa berada di daerah yang diduga daerah tidak aman dari Covid 19. Kegiatan dirumah saja sangat membantu pemerintah untuk mengatasi dan memutus mata rantai penyebaran virus Covid 19. Sehingga partisipasi kita untuk  tetap di dalam rumah merupakan kegiatan yang paling berarti untuk mengembalikan udara sehat dan bumi ini dari Covid 19.

Dalam setiap kegiatan, jangan lupa, kita harus selalu niat karena Allah SWT dan memulai dengan membaca Basmalah dan diakhiri dengan Hamdalah.  Mengucapkan Basmalah mengandung makna bahwa kita meyakini sepenuhnya bahwa Allah maha pengasih lagi maha penyayang, Kasihnya Allah tanpa pilih kasih, semua makhluk Allah memiliki rezekinya masing-masing. Menutup segala aktifitas dengan hamdalah (Alhamdulillaahi Rabbil’aalamiin), sebagai ungkapan pujian kepada Allah yang telah mencurahkan segala rahmat dan nikmat serta kemudahan dalam melaksanakan aktifitas. Ungkapan hamdalah mengandung makna keredhaan atas segala hasil yang diperoleh dari pekerjaan yang telah dilakukan. Ungkapan hamdalah membiasakan diri untuk berprasangka baik kepada Allah dengan senantiasa mengedepankan nilai-nlai  syukur atas segala nikmat yang telah diterima, sedikit ataupun banyak, senang ataupun susah, sesuai ataupun tidak sesuai dengan harapan.

Ungkapan Basmalah dan hamdalah merupakan dua ungkapan yang memiliki keterkaitan dan mengandung nilai-nilai kehambaan yang luar biasa dari seorang hamba kepada Allah, diawali dengan penyerahan diri kepada Allah maka diakhiri dengan senantiasa memuji keagungan dan kebesaran Allah, Tuhan yang memiliki kekuasaan meliputi langit dan bumi, Tuhan semesta alam, “Segala puji bagi Allah Tuhan sekalian alam” (QS. Alfatihah: 1). Kedua ungkapan ini mengandung nilai-nlai ketauhidan yang sekaligus cerminan dari kualitas keimanan seorang hamba kepada Allah, insya Allah.

 

U          : Upayakan melakukan sunah puasa

Sunah puasa meliputi:

  1. Mengakhiri waktu sahur,
  2. Menyegerakan berbuka ketika mendengar azan Magrib.
  3. Menjaga diri dari perkataan dan perbuatan yang kotor.
  4. Bersungguh-sungguh dalam beribadah pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan.
  5. Menjaga ibadah Qiyamullail (Salat Malam) pada bulan Ramadhan.

 

R          : Ramaikan rumah dengan dzikir, do’a dan membaca Al-Qur’an

Memperbanyak do’a, dzikir dan Al-Qur’an adalah amalan yang insya allah akan mampu menyelesaikan ujian dari Allah berupa Covid 19. Pada bulan puasa nilai ibadah yang kita lakukan akan dilipat gandakan pahalanya oleh Allah SWT, sehingga, kita manfaatkan sebaik-baiknya.

Kita wajib berdo’a karena do’a yang dikabulkan oleh Allah salah satunya adalah do’anya orang yang sedang berpuasa. “Ada tiga do’a yang tidak tertolak: (1) doa pemimpin yang adil, (2) doa orang yang berpuasa sampai ia berbuka, (3) doa orang yang terzhalimi.” Sehingga, pada saat kita berpuasa, panjatkan do’a lain untuk Allah SWT angkat virus Corona dari muka bumu ini di setiap selesai sholat dan apapun.

 

M         : Menyisihkan harta untuk infaq, sodaqah dan zakat

Infaq, sodaqah sangat dianjurkan baik dengan harta atau pun bukan harta apalagi di bulan Romahon ini. Memberi makan untuk berbuka pada orang yanng berpuasa, bersedekah dengan harta, jelas sekali, banyak orang disekitar kita yang kekurangan apalagi dengan kondisi Pandemi COVID 19 banyak orang yang tidak dapat bekerja dan putus kerja, harta yang kita sisihkan sangat dibutuhkan. Harta kita yang sesungguhnya adalah harta yang kita sedekahkan pada orang lain. Diakhir bulan Romadhon, tidak boleh lupa yaitu membersihkan harta kita dengan zakat.

 

A          : Atur pola makan yang seimbang

Bulan Romadhon, pola makan bagi yang berpuasa akan mengalami banyak perubahan. Bagi yang belum biasa berpuasa atau melakukan puasa hanya di bulan puasa saja, puasa di hari pertama merupakan hal yang terberat, badan terasa lemah dan beradaptasi dengan perubahan metabolik tubuh. Namun seiring dengan perjalanan waktu, tubuh akan bisa beradaptasi. Untuk itulah menjaga pola makan meliputi waktu makan, jenis makanan perlu diperhatikan. Di bulan Puasa atau bukan, kebutuhan tubuh masih sama, sehingga kita cukup mengatur menu untuk sahur dan buka puasa. Makanan kita  harus kaya nutrisi, mengandung sumber karbohidrat (nasi, mi atau roti), sumber protein hewani (daging ayam, beragam jenis ikan, dan telur), sumber potein nabati (seperti tempe, tahu, susu kedelai, kacang-kacangan, dan biji-bijian), sumber vitamin, mineral dan serat bisa diperoleh dari aneka jenis sayuran dan buah-buahan.

Pada saat buka puasa, setelah bersegera berbuka setelah mendengarkan adzan dengan minuman manis dan makan kurma. Makanan manis yang mengandung gula akan cepat mengembalikan energi setelah berpuasa. Hal-hal yang harus dihindari adalah sebagai beriku:

  1. Jangan langsung makan berat tapi sholat maghrib terlebih dahulu.
  2. Jangan pula makan terlalu kenyang sehingga dapat mengurangi asupan makanan yang mengandung gizi lebih lengkap dan dapat menyebabkan saluran pencernaan bekerja ekstra sehingga seringkali perut terasa begah dan melilit.

Hal-hal yang dianjurkan:

  1. Buatlah kudapan manis dari bahan makanan yang sehat, seperti sup buah, puding buah atau buah kurma.
  2. Perbanyak sayuran kaya akan vitamin, mineral, dan zat fitonutrien yang akan menjaga dan memelihara kesehatan tubuh selama berpuasa. Kelebihan sayuran adalah kaya akan kandungan serat. Serat ini bersifat mengenyangkan sehingga cocok dikonsumsi saat berpuasa karena akan mempertahankan rasa kenyang lebih lama.
  3. Perbanyak buah yang tinggi kandungan air, seperti semangka, melon, pepaya, stroberi, jeruk dan anggur juga baik dikonsumsi. Selain memberikan asupan vitamin dan mineral, kandungan air yang tinggi dapat menambah asupan cairan yang diperlukan tubuh.

Pada saat makan sahur, Hal-hal yang perlu dihindari:

  1. Jangan mengonsumsi makanan yang mengandung gas (seperti kol, lobak, nangka, tape, dan durian) selama berpuasa karena seringkali menyebabkan perut kembung karena timbulnya gas yang berlebihan pada saat puasa.
  2. Jangan mengonsumsi makanan berbumbu tajam, seperti cabe atau asam, karena akan mengiritasi lambung dan bisa menyebabkan gangguan pencernaan.
  3. Jangan makan makanan berlemak, seperti gulai, kari dan kalio, atau cake dengan butter cream karena makanan tinggi lemak dapat memicu produksi asam lambung sehingga menimbulkan penyakit maag.
  4. Jangan makan makanan yang tinggi garam, selain larangan bagi yang mempunyai hipertensi, pada orang sehatpun akan menyerap air dalam tubuh, menimbulkan dehidrasi dan merangsang rasa haus yang hebat pada siang hari.

Perhatikan pula selama puasa terkait dengan pemenuhan minum air putih yang cukup sejak buka hingga sahur. Air putih sangat penting untuk menjaga tubuh tetap bugar dan terhindar dari dehidrasi selama berpuasa. Bisa dengan pola 2 – 4 – 2 (2 berbuka, 4 setelah berbuka dan 2 saat sahur).

Demikian, tips tetap sehat saat berpuasa di tangah Pandemi Covid 19. Tetap sehat bukan  sehat fisik, namun sehat jiwa dan spiritual kita di tengah pandemi yang melanda dunia di tahun 2020 ini. Semoga Allah SWT melindungi kita, menerima puasa kita, do’a -do’a kita dan ibadah  kita.

Billahi Taufiq wal hidayah,

Wassalamu’alaikum wr. Wb.

Sumber:

  1. Al-Qur’anul kariim
  2. Hadist Rosulullah SAW.

Akhlaq dalam Bermedia Sosial

by admin Comments: 0

Akhlaq dalam Bermedia Sosial

Oleh : Suyanto, S.Ag.,M. PdI

Percepatan  teknologi informasi semakin berkembang pesat di era modern ini, tak dapat dipungkiri bahwa teknologi merupakan aspek penting bagi kehidupan. Kemajuan teknologi dapat memudahkan pekerjaan-pekerjan manusia yang semula serba manual dan beralih kedigital. Tentunya perkembangan teknologi tidak hanya membawa dampak positif saja namun juga banyak membawa dampak negatif, namun masih banyak masyarakat yang belum mengerti akan sikap yang harus di ambil dalam menghadapi tantangan di era globalisasi. Terutama dalam menghadapi era digital seperti saat ini banyak kejahatan-kejahatan yang dilakukan.

Era digital ini sudah menjadi fenomena  semua kalangan sudah menggunakan fasiilitas smartphone, bisa dikatakan telah menjadi candu, penggunanya akan selalu ketagihan. Smartphone sudah menjadi pemandangan umum dari kota sudah merambah ke pelosok desa. Gencarnya arus informasi di era digital diperlukan kesadaran dan kearifan dalam mengolah informasi. Setiap detik informasi baru diterima dan sering tidak punya waktu untuk mengolah dan mencernanya. Akhlak dalam bermedia sosial sangat penting bagi khususnya para mahasiswa dan umumnya umat Islam. Ada beberapa adab yang dapat diterapkan ketika menggunakan media sosial, diantaranya adalah :

Pertama, Muraqabah  yaitu Kesadaran seorang muslim bahwa dia selalu berada dalam pengawasan Allah Swt. Allah SWT berfirman dalam al-qur’an surat  al-Hadid:  ayat 4

وَهُوَ مَعَكُمْ أَيْنَ مَا كُنْتُمْ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

 

Artinya “Dan Dia adalah besertamu di mana saja engkau semua berada.”  

 

Dan Allah SWT berfirman dalam al-qur’an surat  ali-lmran ayat 5

إِنَّ اللَّهَ لَا يَخْفَىٰ عَلَيْهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ

Artinya “Sesungguhnya bagi Allah tidak ada sesuatu yang tersembunyi baik di bumi ataupun di langit.”

 

Bentuk muraqabah dalam bermedsos adalah sikap kehati-hatian, tidak reaksioner ketika membaca berita, cek kebenarannya, sumbernya sehingga tidak segera mengambil keputusan yang istilah jawanya  “grusa-grusu”, kemudian juga tidak sembarangan menerima share sesuatu yang tidak jelas sumber kebenarannya. Sikap  kehati-hatian dalam bermedsos juga akan mendorong kejujuran, karena kesadaran apapun yang dikerjakan selalu diawasi dan dicatat. Dalam hal muraqabah hanya dimiliki oleh orang beriman kepada Alloh SWT, karena pengawasan ini sifatnya ghaib maka landasannya adalah iman, bagi mereka yang tidak beriman takutnya hanya pada yang nyata saja.

Kedua, bertanggung jawab, menurut kamus Bahasa Indonesia bertanggung jawab adalah berkewajiban menanggung, memikul jawab, mananggung segala sesuatunya, atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya.  Maka dapat dimaknai bahwa tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatan yang disengaja maupun yang tidak di sengaja.

Tanggung jawab merupaka ciri orang beragama, dalam alqur’an surat al-Mudatstsir ayat 38 Alloh SWT berfrman :

 

كُلُّ نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ رَهِينَةٌ

 

Artinya : “tiap-tiap diri (individu) bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya”.

Perwujudan sikap bertanggung jawab ketika bermedia sosial adalah merasa bertanggung jawab karena menyadari akibat baik atau buruk perbuatannya itu. Ketika akan memulai dengan membaca Basmallah dan menyadari sepenuhnya dalam hal apapun akan dimintai pertanggungjawaban baik dihadapan Alloh SWT maupun manusia. jika kesadaran ini hadir maka akan muncul sikap hati-hati dan teliti sebelum mengirim pesan atau mengirim materi-materi melalui media sosial. Disisi lain sikap bertanggung jawab ketika bermedsos juga merupakan kesadaran bahwa posisi manusia bukan hanya sebagai makhluk individu tetapi juga sosial, maka pada dimensi sosial akan muncuk kesadaran berkaitan dengan hak-hak orang lain tentang kebenaran, ketenteraman sehingga dalam menggunakan medsos akan berpijak pada kebahagiaan orang lain.

Tanggung jawab sangat erat kaitannnya dengan kewajiban. Kewajiban merupakan sesuatu yang dibebankan terhadap seseorang. Kewjaiban merupakan bandingan terhadap hak. Misalnya sebagai mahasiswa maka kewajibannya belajar, dengan begitu maka telah memenuhi kewajiban sebagai mahasiswa dan berarti telah bertanggung jawab dan hak orang tua adalah memperoleh informasi berkaitan hasil ujian anaknya dengan hasil belajar yang baik.

Ketiga,  azas manfaat, kemajuan teknologi merupakan keniscayaan dan merupakan sesuatu imbas dari kemajuan dan perkembangan zaman, oleh karena dengan teknologi maka harus dimanfaatkan unutk kepentingan memudahkan dalam rangka pekerjaan manusia, misalnya ada traktor pembajak sawah, mesin tanam padi, mesin panen padi, dan lainnya dengan alat-alay tersebut maka memudahkan pekerjaan. Disisi lain pada bidang teknologi dengan segala kecanggihannya sekrang pengguna teknologi dapat memanfaatkan teknologi tersebut diantaranya marketing online media promosi dagangan, gojek, go food, go pay, zoom meeting dan google meet dan lain sebagainya. Meskipun kemampuan fisik manusia terbatas, misalnya pandangan, pendengaran, begitu pula kekuatan dan keterampilan tangan dan kakinya,dengan teknologi dapat dimudahkan.

Akal‑pikiran manusia mampu mendayagunakan segala yang Allah ciptakan di bumi ini. Kemampuan itu memang telah ditentukan oleh Allah Swt sebagaimana Allah nyatakan dalam firman‑Nya

وَسَخَّرَ لَكُمْ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا مِنْهُ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Artinya:      “Dan  Dia  menundukkan  untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir” (QS. Al-Jatsiyah (45):13).

Memperoleh kemudahan dalam hidup dengan mengembangkan potensi diri dan dengan memanfaatkan segala yang Allah tundukkan bagi manusia di alam ini sejalan dengan kehendak Allah. Allah menghendaki manusia memperoleh kemudahan, dan tidak menghendaki menghadapi kesusahan hidup. Hal itu dinyatakan oleh Allah dalam firman-Nya:

… الْعُسْرَ كُمُ يُرِيْدُ بِوَلاَ الْيُسْرَ بِكُمُ يُرِيْدُ اللهُ

Artinya:      “Allah menghendaki kemudahan bagimu,  dan tidak menghendaki kesukaran bagimu” (QS. Al-Baqarah  :185).

Allah menyatakan, bahwa memang Allah sengaja memberikan berbagai kemudahan kepada manusia agar manusia hidup dengan mudah.

لِلْيُسْرَى وَنُيَسِّرُكَ.

Artinya:      “Dan Kami memberimu kemudahan agar kamu memperoleh kemudahan”. (QS. al‑A’la  : 8)

Keempat, selektif menerima informasi, sikap selektif  dalam menerima setiap informasi berita, setiap fenomena merupakan langkah cerdas agar terhindar dari sesuatu yang dapat merugikan. Kita dilarang menurut saja atau dalam isitlah jawa “nurut” dengan tidak menyelidiki sebab akibat.

Firman Alloh dalam Q.S Al-Isra’ ayat 36

 

وَلاَ تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ اِنَّ السَمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُوْلئِكَ كَا نَا عَنْهُ مَسْئُولاً

 

Artinya :

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya, Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggungjawabannya

 

Perwujudan sikap selektif dalam bermedia sosial adalah kita diharuskan untuk menggunakan akal dan pikiran kita dan juga meminta petunjuk hanya kepada Allah SWT dan merujuk pada orang-orang yang memiliki kompetensi dalam kepentingan urusan keduniaan sehingga kita tidak masuk dalam kesesatan melainkan kebenaran. Jalan yang dipakai jangan hanya taqlid saja tanpa mengetahui apakah benar sesuai dengan ketentuan.

Dalam bermedia sosial  kita harus memiliki etika untuk tidak mengikuti apa-apa yang tidak kita lihat, dengar, maupun yang tidak sesuai dengan fakta yang ada. Dan kita dilarang berbuat atau mengatakan hanya berdasarkan dugaan, tanpa pengetahuan yang benar karena prasangka tidaklah dibenarkan  sehingga dikhawatirkan akan menyesatkan orang lain. Sebagaimana Firman Alloh dalam surat Al-Hujurat ayat 6, kita diingatkan supaya hati-hati dan tidak asal percaya begitu saja .

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu”.

Haram berkata atau berbuat tanpa didasari oleh ilmu, karena dapat menyebabkan kerusakan. oleh karena itu kita tidak  boleh mengikuti apa yang kita tidak mengetahuinya karena kelak akan ditanyakan anggota badan ini pada hari kiamat tentang apa yang telah diperbuat manusia.Maka dengan selektif inilah InsyaAlloh dalam bermedia sosial akan dapat mendatangkan kebaikan dan maslahat bagi khalayak karena menggunakan rambu-rambu yang digunakan sebagai dasar.

Wallahu a’lam bishawab.

Mendorong Kaum Milenial Cinta Masjid

by admin Comments: 0

Mendorong Kaum Milenial Cinta  Masjid

Oleh: Suyanto,S.Ag. M.Pd.I.

 

Masjid secara bahasa adalah suatu kata benda yang menunjukkan arti tempat        sujud. Secara terminologi syar’i, masjid adalah setiap tempat yang memungkinkan untuk berbadah kepada Allah SWT dan sujud kepada-Nya di tempat itu. Nabi bersabda. “Bumi dijadikan untukku sebagai masjid dan alat bersuci” (Hadist muttafaq ‘alaih).  Bumi dinyatakan sebagai masjid merupakan salah satu keistimewaan yang diberikan dan dimiliki oleh Nabi Muhammad dan umatnya.  Masjid merupakan rumah Allah di bumi yang dijadikan sebagai tempat beribadah, dimana didalamnya Allah disembah, sementara selain-Nya  tidak boleh disembah. Dalam perkembangannya Masjid memiliki peran yang besar dalam pembentukan karakter dan kesejahteraan masyarakat dengan berbagai kegiatan  Masjid. Read more!

Manusia dan Problematika Kehidupan

by admin Comments: 0

Manusia dan Problematika Kehidupan

Oleh : Weni Hastuti, S.Kep.,M.Kes

 

  • Manusia hidup di dunia ini bukanlah kehendak dirinya, tapi kehendak ALLAH SWT
  • ALLAH lah yang menciptakan problem yang dihadapi manusia sejak lahir hingga matinya.
  • Tapi seberat apapun problem, tetap masih dalam batas kemampuan individu menerimanya. Sebagaimana Firman ALLAH SWT:

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. (QS. Al Baqoroh: 286) Read more!

Amalan Amalan Di Bulan Ramadhan

by admin Comments: 1

Amalan Amalan Di Bulan Ramadhan

DI SUSUN OLEH : H. AHMAD SUKIDI , S.Ag, M.Pd

Bulan Ramadha adalah  bulan yang ke delapan pada tahun Hijrah , salah satu bulan yang kedatangannya senantiasa di nanti oleh jutaan umat Islam di seluruh pelosok dunia , termasuk bulan Ramadha tahun ini , tahun 1441 H . atau bertepaatan pada tahun miladiyah 2020 M. Read more!

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Secara Islami

by admin Comments: 0

Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Secara Islami

By. Cemy Nur Fitria, M. Kep

  1. Perilaku bersih dan sehat sesuai tuntunan Rasululloh SAW

Agama Islam telah mengajarkan kita semua untuk selalu hidup bersih dan sehat sesuai ajaran Islam. Hidup sehat merupakan salah satu cara untuk mencapai kehidupan yang bahagia, berkah, bermanfaat dan tentram sejahtera. Pola hidup sehat adalah suatu bagian yang harus dan mutlak bagi seluruh umat Muslim. Cara hidup sehat yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW yang patut untuk ditiru, dicontoh dan dicoba, di terapkan untuk mencapai kehidupan yang sehat Read more!