INSTITUT TEKNOLOGI SAINS DAN KESEHATAN PKU MUHAMMADIYAH SURAKARTA

PENCEGAHAN VIRUS CORONA DI ITS PKU

by Frendi Comments: 0

  Setelah diberlakukan KLB virus Corona di kota Solo sejak 13 Maret 2020, ITS PKU melaksanakan beberapa kebijakan dalam pencegahan di lingkungan kampus.

Disampaikan Weni Hastuti selaku Rektor ITS PKU, ”ITS PKU mengambil kebijakan mulai 19 Maret hingga 13 April 2020 kegiatan belajar mengajar digantikan dengan sistem daring atau kuliah online.

Tenaga pendidik dan kependidikan diberlakukan kebijakan work from home, dengan beberapa staf tetap ke kampus untuk melayani pendaftaran mahasiswa baru, akan tetapi tetap harus menerapkan social distancing secara ketat.”

Dalam edaran yang dikeluarkan menyikapi status KLB Covid-19 ini, Rektor menghimbau kepada segenap civitas akademika untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan meningkatkan amalan amalan yang diwajibkan maupun yang disunahkan, selain mematuhi protokol pencegahan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah secara umum.

Weni Hastuti menjelaskan, “Guna pencegahan penyebaran virus corona  agar tidak semakin meluas di lingkungan kampus ITS PKU Muhammadiyah Surakarta, kami melakukan penyemprotan disinfectan bekerjasama dengan Muhammadiyah Covid-19 Comand Center (MCCC) PDM Kota Surakarta dan dilanjutkan secara mandiri.” Lebih lanjut Weni Hastuti menambahkan, “Kami juga mewajibkan kepada staf yang bertugas piket di kampus untuk melayani pendaftaran mahasiswa baru agar selalu menggunakan masker dan rajin cuci tangan sebagai bentuk penjagaan diri.” Melalui tim humas kampus, ITS PKU Muhammadiyah Surakarta juga aktif membuat media edukasi seputar Covid-19 yang disebarluaskan ke masyarakat melalui media sosial.

 

Selain menempuh usaha-usaha pencegahan secara pengetahuan medis, ITS PKU Muhammadiyah Surakarta juga menggalakkan ikhtiar pencegahan bencana berdasarkan pengetahuan Agama Islam yang selama ini menjadi bagian dari Visi ITS PKU Muhammadiyah Surakarta yang berkarakter Isalam Berkemajuan. Berdasarkan keyakinan bahwa dengan sedekah dapat menghindarkan dari musibah, maka Rektor membuat kebijakan untuk membagikan paket sembako pada seluruh karyawan untuk keperluan selama pemberlakuan status KLB Covid-19 berlangsung, guna meringkankan beban mereka. Weni Hastuti menerangkan, “Melalui Unit Laboratorium Bio Medik, kami juga membuat dan memproduksi Handsanitizer yang kami gunakan untuk lingkungan kampus, keluarga besar ITS PKU Muhammadiyah Surakarta, dan didistribusikan ke beberapa masjid sekitar kampus.”

Disamping itu, melalui Organisasi Kemahasiswaan KSR, telah dilakukan penghimpunan dana melalui Open Donasi yang nantinya dana yang terkumpul akan disalurkan kepada pihak-pihak yang membutuhkan, seperti untuk pengadaan Alat Pelindung Diri bagi petugas kesehatan yang saat ini tergolong mulai menipis. (Humas/Teguh)

Kemendikbud Bekerja Sama dengan Operator Telekomunikasi Sukseskan Pembelajaran di Rumah

by Frendi Comments: 0

Kemendikbud Perbesar Dukungan Swasta, Bekerja Sama dengan Operator Telekomunikasi Sukseskan Pembelajaran di Rumah
Jakarta, Kemendikbud — Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terus memperbesar dukungan mitra swasta guna menyukseskan pembelajaran jarak jauh dengan memanfaatkan platform teknologi selama masa darurat Coronavirus Disease (Covid-19) yang saat ini tengah terjadi. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengapresiasi kinerja yang telah dilaksanakan Kemendikbud dan juga dukungan sektor swasta dalam merespon arahan Presiden untuk bekerja, belajar, dan beribadah di rumah.
“Saya sangat menghargai kerja keras teman-teman Kemendikbud dan juga dukungan para operator telekomunikasi yang telah memfasilitasi kegiatan belajar-mengajar jarak jauh secara daring (dalam jaringan) dengan memberikan akses internet gratis kepada pelajar, guru, dan dosen. Subsidi data yang diberikan operator telekomunikasi sangat membantu pelajar maupun pendidik untuk belajar, sehingga tetap produktif di rumah,” dikatakan Mendikbud di Jakarta, Kamis (26/03).
Mendikbud mengakui besarnya tantangan pembelajaran daring dalam darurat Covid-19. Dalam situasi yang tidak mudah ini, tidak semua pembelajaran daring yang dilakukan sekolah akan optimal.
“Memang tidak semua daerah punya akses smartphone ataupun koneksi internet yang baik. Jadi ini merupakan suatu hal yang menantang. Tetapi kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kerja sama ke depan memastikan sekolah bisa menyelenggarakan pembelajaran daring,” ungkap Nadiem.
“Saya yakin dengan gotong royong antara semua pihak, kita dapat melalui masa sulit ini bersama-sama,” tambahnya.
Lebih lanjut Mendikbud menjelaskan bahwa masyarakat dapat mengakses laman khusus terkait dengan penanganan Covid-19 di sektor pendidikan dan kebudayaan melalui laman https://bersamahadapikorona.kemdikbud.go.id/.
“Masyarakat dapat menemukan berbagai aplikasi pembelajaran daring yang dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran di rumah. Kemudian ada surat edaran, panduan, serta kumpulan informasi, video, dan infografik yang dapat membantu edukasi pencegahan penularan Covid-19,” terang Nadiem.
Ahmad Al-Neama, Presiden Direktur & CEO Indosat Ooredoo mengatakan pihaknya sangat memahami meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk berinteraksi secara daring atau digital sebagai dampak penerapan pembatasan sosial (social distancing) untuk mencegah penyebaran Covid-19.
“Kami memberikan kuota gratis 30GB yang dapat digunakan untuk mengakses platform belajar online sehingga mereka tetap semangat belajar meskipun dari rumah. Ini saatnya bagi semua pihak untuk bergotong royong dan bekerja bersama untuk mematuhi kebijakan pemerintah guna memperlambat penyebaran Covid-19 di Indonesia,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Ahmed menjelaskan kuota internet gratis ini juga dapat dimanfaatkan untuk mengakses ke lebih dari 60 platform e-learning dan situs-situs resmi dari Universitas-universitas di Indonesia agar mahasiswa dan dosen tetap dapat melanjutkan proses perkuliahan selama masa tanggap darurat COVID-19 berlangsung, tanpa menghabiskan kuota internet mereka. Indosat Ooredoo juga bekerjasama dengan lembaga pendidikan yang menggunakan solusi Indosat Ooredoo Business dengan menyediakan tambahan kapasitas bandwidth secara gratis, untuk layanan internet dedicated yang ada saat ini untuk mendukung kelancaran perkuliahan daring.
Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro mengatakan Telkomsel juga mengambil peran sebagai connectivity enabler dengan mengoptimalkan aset-asetnya untuk menjaga semua elemen masyarakat dapat tetap terhubung dan menjaga produktivitasnya di segala sektor kehidupan. Pada sektor pendidikan, menyusul imbauan Presiden Joko Widodo untuk mendorong proses belajar dari rumah bagi pelajar dan mahasiswa, Telkomsel menggandeng beberapa aplikasi e-learning untuk menghadirkan Paket Bebas Akses Ilmupedia hingga 30GB tanpa biaya bagi pelanggan prabayar maupun paskabayar Telkomsel untuk mengakses platform belajar daring. Saat ini sebanyak 39 learning management system (LMS) perguruan tinggi telah terkoneksi dengan Ilmupedia dan menyusul LMS dari 92 perguruan tinggi lain dalam waktu dekat.
“Upaya ini merupakan bentuk gotong royong kami untuk memudahkan akses pembelajaran bagi pelajar, guru, dosen dan orang tua. Karena kami memahami proses belajar harus tetap terjaga di masa sulit seperti ini sekalipun,” tutur Setyanto sembari menjelaskan bahwa pihaknya juga telah menyiagakan tambahan kapasitas jaringan di sejumlah wilayah yang memberlakukan sistem pembelajaran jarak jauh.
Sementara itu, Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini, mengatakan para pelanggan XL Axiata yang merupakan mahasiswa, pelajar, ataupun dosen dan guru juga bisa memanfaatkan kuota gratis 2GB/hari untuk mengakses sejumlah aplikasi atau layanan data yang bisa membantu belajar atau bekerja dari rumah. Program ini dilaksanakan mulai tanggal 18 s.d. 31 Maret 2020. Pelanggan dapat mengakses materi kuliah daring yang disediakan kampus atau sejumlah aplikasi edutech yang telah berkolaborasi. Sebanyak 14 perguruan tinggi telah terlibat dan menyusul segera untuk aplikasi learning management system (LMS) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) yang menaungi e-learning dari 242 Perguruan Tinggi.
“Sesuai dengan bidang kompetensi kami. Kami memahami masyarakat membutuhkan akses data dan internet untuk tetap bisa beraktivitas belajar dan bekerja secara produktif dari rumah. Program ini kami buat secepatnya dan mencakup apa saja yang paling dibutuhkan masyarakat. Kami juga akan terus memantau perkembangan yang ada untuk bisa mengetahui apa lagi yang kira-kira bisa kami support selanjutnya,” ungkap Dian.
Selain Indosat, Telkomsel, dan XL Axiata, Pusat Data dan Teknologi Informasi Kemendikbud juga mencatat dukungan operator Tri Indonesia dan Telkom dalam penyediaan subsidi data untuk mengakses berbagai aplikasi maupun situs pembelajaran. Subsidi ini dimaksudkan agar para pelajar dan pendidik dapat terus produktif di masa darurat Covid-19.
Kreativitas Jadi Kunci
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Plt. Dirjen PAUD Dikdasmen) Harris Iskandar mengimbau para Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) membuat aturan lebih detail tentang metode pembelajaran di rumah selama masa pandemik Covid-19. Perlu ada penekanan kembali dari Kadisdik agar metode belajar di rumah tidak hanya terpaku pada capaian akademik ataupun fokus pada kemampuan kognitif saja. Guru dan orang tua juga harus memberikan pendidikan yang bermakna, termasuk memahami pandemik Covid-19. “Harus disampaikan ke anak sehingga dia paham. Berikan pendidikan yang bermakna,” pesannya.
Menurut Harris, perlu kreativitas guru dan orangtua dalam mengekplorasi cara belajar anak. Terlebih, karena banyak kendala fasilitas teknologi dan koneksi internet. “Kami sarankan pendidikan kecakapan hidup untuk dieksplorasi, sehingga tidak harus belajar secara daring,” ujar Harris.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Plt. Dirjen Dikti), Nizam menjelaskan dengan menggunakan metode pembelajaran daring, dosen dan mahasiswa dapat tetap menjalankan proses perkuliahan tanpa harus bertatap muka secara langsung di kelas. Ini juga merupakan tindak lanjut arahan presiden dalam pencegahan penyebarluasan Covid-19 dengan melakukan social distancing, salah satunya melalui belajar dari rumah.
“Pembelajaran dari rumah dapat dilakukan secara sinkronis melalui penggunaan video conference maupun asinkronis dengan email atau berbagai macam aplikasi chat atau pesan. Materi pembelajaran dapat memanfaatkan berbagai sumber daring yang sudah tersedia,” jelas Nizam.
Beberapa hal penting yang harus disiapkan oleh perguruan tinggi di antaranya, pertama, kampus harus berbenah dengan mulai meningkatkan sarana dan prasarana pendukung pembelajaran daring seperti infrastruktur, LMS, dan repositori yang memadai. Kedua, kampus harus mampu mengubah budaya dosen dan mahasiswa. “Misalnya, dosen harus mampu menyiapkan media dan konektivitas yang mendukung pembelajaran daring,” ujar Nizam.
Nizam mengapresiasi adanya peningkatan kampus yang menggunakan metode pembelajaran daring. Menurutnya, Ditjen Pendidikan Tinggi akan mendukung dan memfasilitasi pelaksanaan pembelajaran daring lebih luas melalui sinergi dengan Kominfo dan provider layanan telekomunikasi.
Masyarakat bisa mengakses beragam konten dan mata kuliah jarak jauh melalui platform Sistem Pembelajaran Dalam Jaringan (SPADA) yang disiapkan bersama Ditjen Pendidikan Tinggi dengan berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia. SPADA dapat diakses melalui https://spada.kemdikbud.go.id/. Platform ini juga telah dicatat sebagai platform pembelajaran jarak jauh nasional di Indonesia oleh UNESCO. (*)
Jakarta, 26 Maret 2020
Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Laman: www.kemdikbud.go.id
#MerdekaBelajar
#KampusMerdeka
#BersamaHadapiKorona
Akses untuk Program Indosat Ooredoo: https://im3ooredoo.com/belajardirumah
Akses untuk Program Telkomsel: https://www.telkomsel.com/paket-ilmupedia
Akses untuk Program XL Axiata: https://www.xl.co.id/DiRumahLebihBaik
Sumber : SIARAN PERS Nomor: 069/Sipres/A6/III/2020

178 Mahasiswa Dari 5 Prodi ITS PKU Disumpah Sebelum Praktek Pelayanan Kesehatan

by Frendi Comments: 0

 

5 Program Studi ITS PKU Muhammadiyah Surakarta yang terdiri dari Prodi D3 Keperawatan, D3 Kebidanan, D4 Anestesiologi, S1 Keperawatan, dan S1 Gizi dengan jumlah 178 mahasiswa melaksanakan pengambilan sumpah dan penyematan lencana di Megaland Hotel, Selasa (10/3)Acara ini dilaksanakan secara rutin sebelum para mahasiswa akhirnya melaksanakan praktek klinik pelayanan kesehatan di lahan praktek.

Dalam pelaksanaan Ucap Janji juga disampaikan penyerahan Beasiswa berprestasi peringkat 1,2 dan 3 paralel di masing masing Prodi, Beasiswa bagi tidak mampu dan Hafidz Qur’an dari Bank Muammalat, 6 Beasiswa dari LazisMu Surakarta serta 2 Beasiswa Atlit dari Belmawa Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

“Pengambilan sumpah dan ucap janji sebagai upaya agar mahasiswa menjaga nama baik almamater, bertanggung jawab dan menjaga kerahasiaan pasien serta melayani dalam keikhlasan. Karena itu adalah hal yang paling penting yang perlu kita tanamkan kepada mahasiswa,” terang Nevia Zulfaitun Nissa Ketua Panitia acara.Para mahasiwa yang akan melaksanakan praktek ini rencananya akan ditujukan di Rumah Sakit se-Eks Karisidenan Surakarta dengan lama waktu praktek 3-4 minggu.

 

“Harapan kami para mahasiswa dapat mengaplikasikan teori atau ilmu yang sudah di dapatkan ketika di meja kuliah dan diaplikasikan di pelayanan kesehatan, Dan kami berharap para mahasiswa lebih terampil dan professional selama di lahan praktik.” papar Rektor ITS PKU, Weni Hastuti.

Weni juga berpesan kepada para mahasiwa yang akan melaksanakan praktek klinik di lapangan agar berperilaku sesuai dengan sumpah yang sudah dilafalkan dihadapan para tamu dan dihadapan Allah, tetap menjaga profesionalisme dan menjaga nama baik almamater.

“Kami berharap mahasiswa dari ITS PKU Muhammadiyah Surakarta ini bisa menunjukkan, tidak hanya hard skill saja yang akan ditampilkan dengan baik tetapi soft skill, yang nanti akan menjadi pembeda dari mahasiswa perguruan tinggi sejenis lainnya,” pesan Weni Hastuti. (Humas/Teguh)